PRASANGKA
Judul Buku : To Kill a Mockingbird
Pengarang : Harper Lee
Penerbit : Qanita
Cetakan : ketujuh, Agustus 2009
Tebal : 540 halaman ( 31 bab )
Harga : Rp. 57.800
Novel pertama dan satu- satunya karya Nelle Harper Lee yang ditulis selama 25 tahun dan diliris pada tahun 1961 ini mengisahkan tentang bagaimana tak pernah ada kebenaran dalam prasangka. Kalaupun ada sangat rapuh. Dan dalam karya ini Harper Lee menyimpulkan lewat salah satu narasinya
" Kau tidak akan pernah memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya...hingga kau menyusup kebalik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya"
Novel ini memceritakan tentang kehidupan keluarga Atticus Finch, yang adalah seorang pengacara di Maycomb Country. Dia memiliki dua anak Jem Finch (Jem) dan Jean Louise Finch (Scout) yang telah lama ditinggal mati ibunya. Mereka juga memiliki seorang pembantu Negro yang bernama Calpurnia yang tinggal dipemukiman tua dipinggiran Alabama, Amerika Serikat. Mereka hidup sebagai keluarga yang berkecukupan pada masa tahun 1930-an. Yang dikenal dengan Great Depression.
Atticus, ayah bijak yang sangat menyayangi kedua anaknya. Dan sebagai pengacara ia juga tidak pernah membeda- bedakan kasus yang dibelanya. Dia tidak pernah mendidik anak- anaknya untuk keberpihakan.
Jem adalah anak lelaki yang mulai beranjak dewasa. Meskipun usil, namun Jem selalu berusaha melindungi adiknya, Scout. Jem berusaha menjadi dewasa. Namun, bagi Scout itu sangat menyebalkan. Tetapi Jem tetap menjadi teman bermain sekaligus tempat mengadu bagi Scout.
Scout Finch adalah gadis kecil yang selalu ingin tahu dan kritis namun selalu bermanja- manja dihadapan ayahnya. Terlihat tomboy dilingkungannya dan ia tidak pernah malu untuk bertanya kepada siapapun. Ia juga tidak ragu untuk melakukan kekerasan ketika terdesak.
Jem dan Scout selalu senang saat musom panas tiba karena dapat bermain dengan sahabat mereka Dill Harris yang jenius. Suatu hari Dill mengusulkan untuk menyelidiki seorang tetangga yang menurut mereka misterius Arthur Boo Radley. Dill merasa perlu untuk memancing Boo Radley keluar rumah karena Boo sangat jarang terlihat bersosialisasi. Namun sebenarnya Boo Radley sedang bermain main dengan mereka.
Namun, semenjak Atticus memutuskan untuk menjdi pengacara bagi seorang kulit hitam dalam sebuah kasus. Kehidupan mereka berubah, karena pada tahun 1930-an adalah masa dimana amerika diselimuti Racial Segregation, rasisme kulit putih terhadap kulit hitam. Segala aspek kehidupan dibedakan berdasarkan warna kulit.
Atticus ditunjuk oleh pengadilan untuk membela seorang kulit hitam, Tom Robinson yang dituduh memperkosa seorang wanita kulit putih. Atticus yang adalah seorang kulit putih mencari masalah dengan menyetujui untuk membela seorang negro.
Scout yang akhirnya sangat terkaget- kaget melihat kemyataan bahwa kehidupan orang dewasa tidak berdasarkan kepada hitam atau putih kulit seseorang. Scout belajar banyak hal tentang kehidupan diluar dunianya, bahwa ada kenyataan lain yang bernama kompromi.
Novel ini adalah novel fiksi yang dapat dikatakan non filsi (memoar) karena cerita ini mirip dengan kenangan masa kecil Harper Lee yang ia ceritakan kembali. Meskipun ia menyangkal, namun bukan kebetulan jika ayah Harper Lee, Amasa Coleman Lee memang seorang pengacara yang juga pernah membela seorang kulit hitam dalam kasus pembunuhan. Latar yang bertempat di Maycomb Country, tidak lain adalah lingkungan masa kecil Harper Lee di Montgomery, Alabama. Dan Dill Harris adalah karakter yang menggambarkan Truman Capote, teman masa kecil Harper Lee.
Alur cerita terasa lambat diawal bab, yang dipakai untuk memperkenalkan satu persatu tokohnya. Namun tidak membosankan karena diceritakan melalui sudut pandang seorang gadis kecil Scout Finch yang menggemaskan saat bercerita.
Namun, narasi Scout Finch terdengar terlalu dewasa untuk seorang anak sekolah dasar. Tetapi, penokohan dan narasi sangat menarik melalui pandangan seorang anak kecil.
Scout Finch dengan bebas dapat bercerita tentang segala sesuatu yang dia lihat, dengar dan rasakan secara terbuka tanpa kemunafikan dan kebohongan. Harper Lee sukses mengangkat tema rasisme menjadi lebih menarik.
Mockingbird sebagai frasa dijudul novel, menjadi simbol seorang yang tidak merugikan, tidak mengganggu orang lain. Sama seperti mockingbird sejenis murai yang bersiul dan bernyanyi tanpa mengganggu kententraman lingkungan. Membunuh mockingbird adalah membunuh kebenaran.
To Kill a Mockingbird memenangi penghargaan
Pulitzer pada 1961. Karya besar Harper Lee ini
juga pernah diangkat ke layar lebar dengan judul
yang sama, pada 1962 film ini memenangi piala
Oscar. Kecuali itu, novel ini mendapat
‘penghargaan’ non formal sebagai “every adult
should read before they die” melebihi Bible di
Inggris. Sayang karya klasik ini adalah satu-
satunya buah pena penulisnya.
Referensi
rfun.wordpress.com/2011/06/10/resensi-to-kill-a-mockingbird/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar